Buku Tentang Metode Observasi

Observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yanga akan diamati. Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak mengunakan instrument yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. Metode Wawancara.
Metode Penelitian Kualitatif Observasi dan Wawancara Renata Ruliyadi 140905234 Renata Savitri 140905300 Illona Elisia G. 140905327 Haniel Edward H.
140905330 Lavinia Febiyani K. 140905332 Bentuk - bentuk Observasi WAWANCARA Wawancara memerlukan pelatihan, persiapan, ketrampilan interpersonal, fleksibilitas dan kesediaan untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi sebagai dampak kedekatan hubungan antara orang ke orang Tipe Wawancara OBSERVASI Observasi -> Observation -> Pengamatan: Mengamati perilaku, kejadian atau kegiatan orang atau sekelompok orang yang diteliti, dan mencatat hasil pengamatan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
SPRADLEY (1980) Tujuan observasi adalah memahami pola, norma dan makna dari perilaku yang diamati, serta peneliti belajar dari informan dan orang-orang yang diamati. Hal yang diamati adalah situasi sosial yang terdiri dari tempat, pelaku dan aktivitas.
Tempat adalah di mana observasi dilakukan Pelaku adalah orang-orang yang berperan dalam masalah yang diteliti Aktivitas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pelaku yang sedang diteliti Contoh: (Tempat -> Sekolah) (Pelaku -> Masyarakat sekolah) (Aktivitas -> KBM) Sugiyono (2011:317), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan tatap muka maupun telepon. Steward dan Cash (2012) wawancara sebagai proses komunikasi interaksi antara dua pihak yang setidaknya satu di antara mereka memiliki tujuan serius yang telah ditetapkan dan melibatkan proses tanya jawab tentang sesuatu.
Dari observasi yang dilakukan, peneliti dapat melihat kejadian sebagaimana subyek yang diamati mengalaminya, menangkap, merasakan fenomena sesuai pengertian subyek dan obyek yang diteliti. Informasi: ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Observasi Partisipatif Menurut Burhan Bungin (2009) Observasi partisipatif adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktivitas kehidupan subjek penelitian.
Spradley (1980) membagi partisipasi atau keterlibatan peneliti menjadi empat yaitu; partisipasi pasif, partisipasi moderat, partisipasi aktif, dan partisipasi lengkap. Partisipasi Penuh dan Sebagian. Observasi Tidak Terstruktur Menurut Bungin, observasi tidak terstruktur adalah Observasi tanpa pedoman observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mengembangkan daya pengamatan pada suatu objek berdasarkan apa yang terjadi di lapangan. Observasi Kelompok Wawancara terstruktur (Structured interview) Salah satu jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan menyiapkan sebuah daftar pertanyaan yang telah disusun sebelum melakukan wawancara dan kemudian akan ditanyakan kepada responden dari penelitian yang sedang dilakukan. Wawancara Semi-Terstruktur Ciri –ciri: pertanyaan terbuka namun ada batasan tema dan alur pembicaraan, kecepatan wawancara dapat diprediksi, fleksibel tetapi terkontrol, ada pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam alur, urutan dan penggunaan kata, dan tujuan wawancara adalah untuk memahami suatu fenomena.